Apa itu Sara? Ini Dia Bedanya Dengan Rasis. Jangan Salah Kaprah!

Apa itu Sara Ini Dia Bedanya Dengan Rasis. Jangan Salah Kaprah!

Apakah itu Sara? Dan apa bedanya dengan Rasis? Seringkali kedua frasa ini dianggap sama padahal keduanya begitu berbeda makna dan arti. Bahkan tidak jarang penggunaannya di tengah masyarakat menjadi salah kaprah. Simak ulasan berikut agar Anda lebih paham perbedaan dan penggunaan keduanya.

Apa itu Sara dan Rasis?

SARA adalah akronim dari Suku, Ras, Agama, dan Antar golongan. SARA adalah pandangan ataupun tindakan yang didasari dengan pikiran sentimen mengenai identitas diri yang menyangkut keturunan, agama, kebangsaan atau kesukuan dan golongan.

Lain halnya dengan rasis maknanya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), rasisme diartikan sebagai rasialisme. Di mana rasialisme adalah prasangka berdasarkan keturunan bangsa; perlakuan berat sebelah terhadap (suku) bangsa yang berbeda-beda. Jadi, rasisme merupakan paham diskriminasi suku, agama, ras, adat (SARA), golongan ataupun ciri-ciri fisik umum untuk tujuan tertentu (biologis).

Rasisme secara umum dapat diartikan sebagai serangan sikap, kecenderungan, pernyataan, dan tindakan yang mengunggulkan atau memusuhi kelompok masyarakat terutama karena identitas ras. Tindakan-tindakan rasisme terjadi dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat, seperti pendidikan, pelayanan kesehatan, hiburan, dan lain sebagainya.

Nah dari definisi saja sudah berbeda. SARA merupakan kata benda yang menunjukkan keberagaman. Sedangkan rasis adalah perbuatan oleh individu atau sekolompok manusia yang mengarah pada diskriminasi.

Penggunaan Kata SARA dan rasis, Jangan Salah Kaprah!

Anda tentu tidak asing dengan istilah “tidak mengandung SARA”, yang seringkali menjadi syarat utama isi tulisan. Frasa ini seolah-olah mengarah bahwa SARA berarti konotasi negatif yang tidak boleh ada dalam suatu tulisan. Sesuatu yang negatif berarti sesuatu yang salah dan perlu dihindari. Kenyataannya, makna “mengandung SARA” sesungguhnya tidak seperti itu.

Apa sebenarnya makna “mengandung SARA” itu? Frasa “mengandung SARA” berasal dari dua kata yakni “mengandung” dan “SARA”. Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “mengandung” memiliki arti “berisikan” atau “tercantum di dalamnya”. Selanjutnya, perlu diingat bahwa SARA merupakan akronim (singkatan) dari empat kata: Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan. Keempat kata tersebut menjadi bagian tak terpisahkan yang selalu hadir dalam berbagai aspek kehidupan sosial dan budaya masyarakat.

Sehingga SARA bukanlah sesuatu yang negatif dan harus dihindari. Sebaliknya, rasis merupakan tindakan buruk yang sering menimbulkan perpecahan dan harus dihindari dalam kehidupan bermasyarakat.

Bagaimana? Sudah paham belum terkait perbedaan makna dan penggunaan keduanya? Semoga setelah membaca artikel ini Anda jadi lebih paham dan tidak salah kaprah lagi ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published.