devriesandpricepc.com

Apa itu Perceraian Menurut Para Ahli: Contoh Beserta Tata Cara

apa itu perceraian

mengenali apa itu perceraian

Dalam perjalanannya, sebuah pertemuan memiliki resiko perpisahan, begitupun dengan pernikahan yang memiliki resiko perceraian. Sebenarnya apa itu perceraian? 

Menurut data survei dari lembaga Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia pada tahun 2021 angka perceraian capai 447.743 kasus, sementara tahun sebelumnya 2020 terdapat 291.677 kasus, yang artinya meningkat sebesar 53%.

Peningkatan yang terjadi bisa didasari oleh banyak faktor dalam hubungan pernikahan, seperti perselingkuhan, KDRT, perbedaan pandangan, dan masih banyak lagi. Tapi apakah pernikahan memang seseram itu? Tentu tidak, saat kamu bertemu pasangan yang tepat, dan memiliki komitmen dan juga kompromi, perceraian bisa dihindari.

Proses perceraian dilindungi dan diatur dalam undang-undang UU No.1 Tahun 1974 Pasal 39 ayat 1 – 2 dalam UU Perkawinan. Jadi, apabila kamu merasa hubungan yang dijalani sudah tidak ada ujungnya dan cukup, rasanya  kamu tidak perlu lagi takut untuk menentukan pilihan.

Untuk mengenal lebih dalam apa itu perceraian, contoh beserta tata cara nya menurut UU yang telah diatur, mari simak lebih lanjut artikel ini ya.

PENGERTIAN PERCERAIAN

Dalam pengertian KBBI, perceraian memiliki arti sebagai pisah, putus hubungan sebagai suami-istri, lepasnya ikatan perkawinan. Menurut UU Perkawinan, perceraian berarti putusnya perkawinan.

Apa itu perceraian menurut para ahli, cendekiawan agama dan lainnya? Dalam banyak jurnal skripsi, ataupun jurnal penelitian sudah banyak pengertiannya menurut ahli.

Menurut Spanier dan Thompson pada tahun 1984, mengartikan perceraian sebagai suatu reaksi terhadap hubungan pernikahan yang tidak berjalan baik dan bukan merupakan suatu ketidaksetujuan terhadap lembaga perkawinan. 

Penelitian yang dilakukan di negara berkembang oleh Murdock pada tahun 1950, menyimpulkan apa itu perceraian sebagai berikut  perceraian sama halnya dengan proses pernikahan memiliki lembaga atau instansi khusus.

Pernyataan menarik dari Goode tentang apa itu perceraian, bahwa perceraian adalah sebuah kegagalan dalam pernikahan adalah bias, yang artinya belum tentu sebuah kegagalan atau sebuah keberhasilan.

Dalam perkembangannya, perceraian memiliki alasan baru, berikut beberapa contoh pengalaman perceraian dengan berbagai alasan.

Alasan yang pertama ini, mungkin menjadi sebuah alasan yang ramai digunakan, salah satu pasangan melakukan perselingkuhan dengan sengaja, yang membuat pasangannya merasa kecewa, sakit hati dan ingin berpisah.

Alasan berikutnya KDRT, memang ini menjadi kasus yang berlapis, kasus perceraian dan juga kasus pidana. KDRT tidak pernah dibenarkan dalam sisi apapun, biasanya korbannya adalah pasangan perempuan.

Alasan ini juga beberapa kali terjadi, salah satu pasangan melakukan tindakan kriminal yang membuat masuk ke penjara, dan berdampak pada pasangannya.

Berbagai alasan lain tentunya masih ada, dengan ragam alasan tersebut, apakah proses perceraian berbeda-beda? Menurut UU Perkawinan, urusan perceraian telah diatur dalam UU dan diatur berdasarkan dan/atau sesuai dengan prosesi agama saat pernikahan.

TATA CARA PROSES PERCERAIAN

Membuat gugatan perceraian memiliki rangkaian proses yang harus dilalui oleh pasangan pernikahan, sesuai yang telah diatur dalam Undang Undang, berikut langkah-langkah yang bisa kamu ikuti.

Langkah awal yang bisa kamu lakukan adalah mempersiapkan dokumen-dokumen penting terkait pasangan, seperti fotokopi surat nikah yang telah dilegalisir, kartu tanda penduduk masing-masing yang telah difotokopi, kartu keluarga, serta surat keterangan kelurahan.

Jika sudah memiliki anak, bisa difotokopi kan juga akta kelahiran anak. Dan jika harta gono-gini juga diperebutkan, sertifikat dari kepemilikan juga perlu difotokopi.

Cara membuat surat gugatan cerai diharuskan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, dengan mengisikan identitas dari penggugat dan tergugat, seperti NIK, nama, tanggal lahir, agama, umur, alamat.

Selain itu, dalam surat cerai juga diisikan gugatan perceraian, tuntutan utama, tuntutan pengganti.

Setelah membuat surat gugatan dan menyiapkan seluruh dokumen, kamu perlu untuk mendaftarkan ke pengadilan agama atau pengadilan negeri. 

Jika pihak perempuan yang menggugat, perlu menggugat ke pengadilan kediaman pihak pria tergugat.

Ada sebuah biaya yang harus diberikan dari pihak perempuan jika yang menggugat adalah pihak perempuan, yang disebut biaya panjar sebelum sidang berlangsung.

Biaya panjarnya akan ditentukan oleh pengadilan dengan perhitungan alamat rumah dari penggugat ke alamat rumah tergugat.

Dari gugatan dari penggugat yang telah ditulis dalam surat perceraian, untuk melancarkan segala urusan dalam proses persidangan, menunjuk saksi adalah keharusan.

Jika gugatan tanpa saksi, pernyataan dari penggugat akan dipertanyakan kebenarannya, dan proses pencarian bukti akan berjalan alot.

Pada tahap pertama tergugat dan penggugat dipertemukan dalam ruangan bersama dengan saksi untuk mediasi, jika proses berjalan mentok, akan dibacakan surat gugatan dan lanjut dalam persidangan.

Jika tergugat tidak menghadiri persidangan,pengadilan akan membuat putusan verstek. Verstek sendiri berarti sesuai dengan penjelasan, hakim dan pengadilan dipersilakan untuk membuat keputusan walau tanpa dihadiri pihak lain.

Memang dalam proses perceraian begitu panjang, karena membuat aturan dalam perceraian tidaklah mudah, siapa yang ingin berpisah atau bercerai ketika ada masa dimana indah dan romantis pernah dilalui bersama.

Tapi, adanya perceraian dan hukumnya yang dijamin oleh negara menjadi sebuah solusi dari pertikaian yang ada dalam pernikahan. Entah apapun alasannya semoga pertemuanmu dengan pasangan atau dengan teman, tidak sampai ke masa perpisahan ya.

 

Exit mobile version